19 April 2013

kunci sukses dalam belajar


“apakah sama orang yang berilmu dengan yang tidak berilmu” tentu saja tidak, orang yang tahu, ia diperumpamakan sebagai lahan yang subur, yang mengalir didalamnya mata air, dan tumbuh berbagai macam tanaman, dan semua orang bisa mengambil manfaatnya, sedang mereka yang tidak tahu, diperumpamakan sebagai lahan yang tandus, tidak mengalir air didalamnya, dan tidak ada satupun tanaman yang tumbuh, semua orang tidak dapat mengambil manfaat darinya.
Ketahuilah, ilmu itu tidak di dapat dengan mudah dan secara Cuma-Cuma, haruslah ada usaha dan kerja keras, kegigihan dan keinginan yang kuat. Ilmu bukan sesuatu yang mudah habis, namun ia bisa hilang bila tidak diamalkan. Ilmu itu bagaikan sebuah hewan buruan yang masih liar, yang mudah lepas kapan saja, dan ilmu juga sangat mudah lepas dan hilang dari ingatan kita. Agar tak lepas, ikatlah buruan itu dengan tali yang kuat, begitu juga ilmu, agar ia tak hilang ikatlah ia dengan sebuah tulisan.
Didalam kitab “ta’limul muta’alim” dijelaskan syarat menuntu ilmu itu ada enam perkara, yang pertama adalah cerdas, cerdas disini adalah dapat mengerti dan membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, yang kedua tamak, tamak artinya memakai atau menggunakan sesuatu dengan berlebihan dan tidak pernah puas. Tamak menjadi kunci sukses seseorang dalam mencari ilmu, karena seseorang yang puas terhadap apa yang ia dapat dari ilmu adalah orang yang tidak mengerti tentang ilmu itu sendiri, jangan pernah puas dengan apa yang kau dapatkan dari ilmu, tapi puaslah terhadap harta yang telah kau dapatkan.
Akan sangat panjang sekali pembahasannya untuk masalah tamak disini, agar tidak terjadi salah paham, lebih baik kita mulai dari pengertian tamak. Tamak adalah kata sifat, yang artinya “rakus/tidak pernah puas” dalam bahasa indonesia, sedang tamak sendiri sebenarnya bersal dari bahasa arab, toma’a yang artinya tidak pernah puas juga. Jadi kesimpulannya, kata tamak tu punya arti negatif, ia termasuk kategori sifat yang tercela. Dimana-mana sifat tamak, rakus itu sangat dibenci, tapi semua itu bisa dikatakan tercela dengan melihat subyeknya. Contoh, orang yang rakus, dan tidak pernah puas dengan apa yang ia miliki, dalam soal istri saja, orang ini akan berpikir untuk menikah lagi, dan terus akan seperti itu.
Kemudian bagaimana dengan hukum tamak, dalam hal ini jelas, Allah dan RasulNya melarang kita umat Islam untuk berlaku tamak dalam masalah dunia, tanpa harus saya jelaskan apa saja yang berkaitan dengan dunia, karena kata dunia disini sudah bisa dipahami maksudnya. Nah lalu kenapa kata tamak disini bisa termasuk sebagai salah satu kunci sukses dalam belajar-menuntut ilmu, dalam berbagai sarah, dijelaskan maksud dari tamak itu sendiri adalah, agar para pelajar bersikap “tamak dalam mencari dan mempelajari ilmu” bersikap sungguh-sungguh dan ulet dalam belajar, dan tidak cepat puas dengan apa yang ia dapat dari ilmu itu sendiri, karena ilmu Allah itu begitu luas, adapun yang didapat oleh manusia jika dibandingkan dengan ilmu Allah keseluruhan hanyalah serupa setetes air di ujung jarum.
Tamak terhadap ilmu sangat dianjurkan, dan itu menjadi salah satu kunci sukses dalam belajar. Orang yang juara, bukanlah orang yang cerdas, melainkan orang yang telah melakukan apa yang tidak dilakukan orang lain. Maka tamaklah dalam ilmu, dan janganlah pernah puas dengan apa yang kau dapat sekarang, terus belajar dan berusaha untuk menjadi insan yang arif.
Syarat yang ketiga, sabar, dalam mencari ilmu, seseorang itu harus sabar, dan tidak boleh mudah menyerah, apalagi putus asa, “dan janganlah kamu, berputus asa dari rahmat Allah” dan tidaklah yang berputus asa melainkan orang kafir. Orang yang pintar dan mendapat gelar hebat, bukan lah hal yang mudah, dan tidak ia lalui dengan santai begitu saja, banyak cobaan, usaha, dan masalah yang harus dihadapi, tapi karena ia gigih dan sabar, maka ia sukses. Kata kunci tetap pada “sabar”, maka bersabarlah dalam belajar, karena semua membutuhkan proses.
Syarat yang keempat, ada bekal, maksudnya adalah, dalam belajar apa saja, kita harus punya modal, modal semuanya, mental, kesiapan, dan lain-lain. Akan sangat mustahil rasanya kita belajar tanpa ada bekal, tanpa ada alat penunjang untuk belajar atau fasilitas yang umum di pakai untuk belajar. Untuk bisa lulus tk, seseorang harus membayar uang bulanan, begitu juga sd, smp, dan sma. Semua itu harus ada bekal, karena tanpa yang satu ini, akan sangat sulit sekali belajar. Untuk alat tulis saja misalkan, kita harus membelinya di toko, dan itu harus dengan uang, ini pentingnya ada bekal, bekal adalah uang, bekal adalah alat untuk memenuhi kebutuhan dalam belajar.
Syarat yang kelima, bersahabat dengan guru, artinya kita harus banyak melakukan dialog dan diskusi kepada guru, menanyakan banyak hal yang masih belumdimengerti tentang sebuah ilmu, bila tidak bersahabat dengan guru, mana mungkin kita dapat penjelasan yang baik dan sempurna, selain itu juga bersahabat dengan guru, akan menjadikan kita lebih tenang dalam berpikir dan mendapatkan banyak solusi dari setiap persolan yang kita hadapi, akan banyak nasehat yang kita dapat, dan masih banyak hal lain yang tentu hanya kita dapat dari seorang guru, bersahabat dengan guru bukan berarti menganggap guru sebagai teman, hanya saja maksudnya adalah kita akrab dengan guru seperti kita akrab dengan teman, tanpa mengurangi rasa hormat dan takdzim kepada guru, perlu diingat, menghormati guru merupakan salah satu keharusan yang harus dilakukan seorang pelajar, untuk mendapatkan ilmu yang berkah dan manfaat.
Syarat yang keenam, dan ini yang terakhir, lama waktunya, sudah jelas, tak ada orang yang dapat paham dan mengerti hanya dengan sekali belajar. Butuh waktu yang lama, lama disini bukan berarti harus bertahun-tahun, waktu yang lama ini erat kaitannya dengan sabar, jadi dalam belajar kita harus sabar,  membutuhkan waktu yang lama. Contoh, untuk menyelesaikan S1 seorang harus menghabiskan waktu 3-4 tahun di bangku mahasiswa, dan itu pun masih tidak menjamin kepahaman dan kualitas keilmuannya benar-benar paham. 
Intinya, siapapun kita, dan dari kalangan manapun, selama ada keinginan untuk berubah untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya, kita akan sukses. Kunci sukses belajar yang enam ini, bukan syarat mutlak, tapi semua itu harus kita terapkan dalam kegiatan belajar kita, meski tidak harus ke enam-enamnya. “cobalah dan perhatikan, maka kamu akan tahu”.



Tiada ulasan:

Catat Ulasan

Catat Ulasan